CV. Supernova Marketindo Perkasa
Surakarta - Jawa Tengah
(0271) 8080 999
support@clubsupernova.com
   Login Member
ID Member
Password
 
   Cek ID Member
ID Member
   Member Hari Ini: 3
SN0005565
MUHAMMAD FADLAN DJAFAR
Makassar

SN0005563
INDRA ARIFIN
Gowa

SN0005554
HJ.BAHARIA
Makassar

   Support Online:
Customer Service
0271 8080 999
Fax.
0276 3295 629
Marketing
0813 934 84840
Aktivasi
0812 150 22150
Produk
0878 366 67444
Bonus & Administrasi
0857 288 35758
IT
   Support Bank:
a.n.
Y BANGUN KADAR RIYANTO
BCA
KCP Kartasura
393 028 0924
Mandiri
Cabang Kartasura
138 000 64 7722 3
Britama
Cabang Boyolali
0173 01 024971 507
BNI
Cabang Surakarta
019 660 7044

   Statistik Pengunjung:
Sedang Online
2
Member:
0
Tamu:
2
Hari ini:
92
Total:
144.617
Selamat datang di situs resmi clubSuperNova.Com Senin, 06 September 2010    
   
 
PERBEDAAN SABUN NATURAL (HERBAL) DENGAN SABUN KOMERSIAL
ganex ( disadur dari berbagai sumber )


Perbedaan Sabun mandi Herbal dengan sabun mandi Biasa

Dalam sesi ini saya akan menjelaskan sedikit tentang sabun Herbal, bagaimana prosesnya dan apa perbedaannya dengan sabun mandi biasa.

Definisi Sabun.
Sabun mempunyai beberapa definisi tergantung seberapa besar yang Anda inginkan. Secara teknik, sabun adalah hasil reaksi kimia antara fatty acid dan alkali. Fatty acid adalah lemak yang diperoleh dari lemak hewani atau nabati. Ada beberapa jenis minyak yang dipakai dalam pembuatan sabun, antara lain : Minyak zaitun (olive oil), minyak kelapa (coconut oil), minyak sawit (palm oil), minyak kedelai (soy bean oil) dan lain – lain. Masing – masing mempunyai karakter dan fungsi yang berlainan. Secara sederhana dapat dirumuskan sebagai berikut :

Fatti Acid ( oils) + Base ( Natrium Hydroxide / Lye) = A Salt (soap)

Namun demikian, catatan yang mesti digarisbawahi di sini adalah hasil akhir dari produk sabun ini tidak mengandung alkali ( lye free) .

Bagaimana Pembuatannya?

Hal pertama yang dilakukan adalah menimbang seluruh bahan yang akan digunakan, mulai dari minyak, air, NaOH, pewarna & pewangi. Air dan NaOH dilarutkan terlebih dahulu, sementara minyak dipanaskan sampai mencapai suhu 45 – 50 derajat C. Setelah keduanya mencapai suhu yang hampir sama, maka lye dituangkan ke dalam minyak, diaduk sampai mencapai trace ( yang dimaksud dengan “trace” adalah kondisi di mana larutan sabun mengental akibat pangadukan, bentuknya menyerupai mayones, atau fla). Setelah diberi pewarna dan pewangi, maka sabun siap untuk dituangkan ke dalam cetakan dan didiamkan selama 24 – 48 jam untuk menetralkan alkali. Setelah itu sabun dikeluarkan dari cetakan, dipotong – potong sesuai selera dan didiamkan selama 4 – 6 minggu (curing process), setelah itu sabun siap untuk digunakan. Proses pembuatan sabun ini dinamakan Cold Process Method (CP). Sabun yang dibuat dengan sistem CP ini akan menghasilkan sabun yang lembut dan sangat bagus untuk kulit.

Sabun yang banyak dijumpai di pasaran meskipun meski disebut sabun, sebenarnya adalah detergent, bahan dasar yang di pakai adalah Sodium Lauryl Sulfate ( SLS), Sodium Laureth Sulfate (SLES) merupakan bahan dasar pembuatan detergent , SLS berfungsi sebagai surfactant ( surface active agent) atau agen pembersih. Karena bersifat pembersih, maka lemak – lemak yang berfungsi untuk melindungi kulit juga ikut larut, sehingga kulit menjadi kering dan berakibat pada iritasi.

Sabun mandi komersial pada umumnya mengandung banyak senyawa kimia seperti kandungan petroleum, synthetic chemical, dan petrochemical (chemicals harmful) yang dapat merusak kulit dan lingkungan.

Produsen sabun mandi komersial mencampur larutan kimia. Ini dilakukan
agar mereka dapat menghasilkan sabun dengan biaya yang serendah mungkin dan dapat menghasilkan sabun sebanyak mungkin dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Seperti yang saya sebutkan di atas, bahan utama sabun natural adalah olive oil, coconut oil, palm oil, soybean oil, castor oil, cocoa butter. Ketika memakai sabun natural maka kotoran dan bakteri akan diangkat oleh molekul dari sabun tersebut. Kemudian, minyak nabati yang sangat sehat dan baik untuk kulit akan melekat dikulit, dan membuat kulit lebih halus dan bersinar.


(dibaca: 1325 | dikirim ke teman: 268 | dicetak: 51)
   
©2010                    Developed by a.w.         
terbaik dilihat dengan FireFox 1.0.4++, Google Chrome, MsIE 6.0+, NS 7.01++
pada resolusi layar 1024x768